Sunday, 1 January 2012

Fenomena Langit Tahun 2012

Januari
04 Januari 2012: Puncak Hujan Meteor Quadrantids
Pada 28 Desember 2011 hingga 12 Januari 2012 Bumi akan melintasi daerah puing-puing asteroid 2003 EH1 yang mengakibatkan terjadinya hujan meteor Quadrantids. Pada puncaknya diperkirakan 120 meteor akan jatuh tiap jamnya dengan radian rasi Bootes di timur laut waktu dini hari.

05 Januari 2012: Bumi di Perihelion
Dalam orbit berbentuk elips, Bumi akan berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari sejauh 0.9833 AU.

09 Januari 2012: Bulan Purnama

23 Januari 2012: Bulan Baru

Februari
08 Februari 2012: Bulan Purnama

22 Februari 2012: Bulan Baru

Maret
04 Maret 2012: Oposisi Mars
Suatu konfigurasi dimana Matahari-Bumi-Mars akan berurut yang juga berarti Mars akan berada pada jarak terdekatnya (0.6741 AU) dari Bumi. Oleh karena itu saat ini adalah waktu terbaik mengamati planet "kemerah-merahan" Mars dengan atau tanpa alat bantu. Jika diamati dengan mata telanjang, Mars akan terlihat seperti bintang merah terang yang terlihat sepanjang malam.05 Maret 2012: Merkurius Elongasi Timur.
Merkurius dengan ketinggian 18.2° teramati pada langit sebelah barat saat Matahari terbenam.

08 Maret 2012: Bulan Purnama

14 Maret 2012: Konjungsi Venus dan Jupiter
Bagaimana jika 2 planet yang sama-sama terlihat bagai bintang putih terang berdampingan di langit barat waktu Matahari terbenam? Nantikan konjungsi Venus dan Jupiter yang berjarak hanya 3°.

20 Maret 2012: Maret Equinox
Matahari akan bersinar tepat di perpotongan ekliptik dan ekuator dimana seluruh belahan Bumi akan memiliki lama waktu siang dan malam hampir sama. Hari ini juga akan menjadi awal musim semi (vernal equinox) di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim gugur (autumnal equinox) di belahan Bumi Selatan.

22 Maret 2012: Bulan Baru

27 Maret 2012: Venus Elongasi Timur
Langit senja akan dihiasi oleh Venus sang bintang kejora dengan ketinggian 46° dari horison barat tepat ketika Matahari terbenam.

April
07 April 2012: Bulan Purnama

16 April 2012: Saturnus Oposisi
Saturnus akan terlihat bagai bintang putih terang yang terlihat sepanjang malam pada jarak terdekatnya (8.7196 AU) dari Bumi. Karenanya saat ini lah waktu terbaik mengamati Saturnus dengan atau tanpa alat bantu. 18 April 2012: Merkurius Elongasi Barat
Merkurius nampak di langit timur saat matahari terbit dengan ketinggian 27.5°.

21 April 2012: Bulan Baru

22 April 2012: Hujan Meteor Lyrids
Serpihan-serpihan kecil dari komet Thatcher akan menghujam Bumi dari arah rasi Lyra di langit utara sejak 16 sampai 26 April. Ketika puncaknya nanti 22 April 2012, diperkirakan akan ada 20-an meteor yang melintas tiap jamnya. Pengamatan meteor Lyrids kali ini akan didukung langit yang gelap karena Bulan sedang dalam fase bulan baru.

Mei
05 Mei 2012: Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids
Meteor yang berasal dari serpihan komet Halley akan terlihat antara tanggal 19 April hingga 28 Mei. Sekitar 60 meteor tiap jamnya akan berjatuhan ketika puncaknya. Sayangnya langit yang terang benderang karena Bulan purnama akan membuat meteor "Malu-malu" untuk dilihat.

06 Mei 2012: Bulan Purnama

21 Mei 2012: Bulan Baru

21 Mei 2012: Gerhana Matahari Sebagian
Suatu peristiwa dimana sebagian piringan Bulan akan menutupi sebagian piringan Matahari, sehingga Matahari akan terlihat sabit. Gerhana melintas Cina selatan, ke timur melalui Jepang,Samudera Pasifik bagian utara, dan ke Amerika Serikat bagian barat. (NASA Map and Eclipse Information)

28 Mei 2012: Istiwa' Adhom
Peristiwa dimana Matahari transit atau tepat berada di atas ka’bah. Peristiwa ini dapat difungsikan untuk meluruskan arah kiblat bagi kaum muslim. Peristiwa ini akan terulang pada tanggal 16 Juli 2012.

Juni
04 Juni 2012: Gerhana Bulan Sebagian
Sepertiga wajah Bulan akan tertutupi bayangan umbra Bumi pada pukul 16:03 WIB. Peristiwa Gerhana Bulan Sebagian iniakan terlihat di sebagian besar Asia, Australia, SamudraPasifik, dan Amerika. (NASA Map and Eclipse Information)

04 Juni 2012: Bulan Purnama

06 Juni 2012: Transit Venus
Salah satu fenomena yang sangat ditunggu di 2012

Suatu kejadian langka dimana Venus melintas di depan piringan Matahari. Teramati dari Pasifik barat, timur Asia dan Australia timur pukul 08:28 WIB. Kejadian ini terakhir teramati pada 8 Juni 2004 dan baru akan terjadi lagi pada 11 Desember 2117. Pengamatannya diharuskan menggunakan alat bantu seperti teleskop berfilter. (NASA Transit Information | NASA Transit Map)

19 Juni 2012: Bulan Baru

21 Juni 2012: Solstice Juni
Kutub Utara Bumi akan mengarah ke Matahari dengan posisi paling Utara di langit sehingga Matahari berada pada titik balik utara (Tropic of Cancer) dengan deklinasi +23,44°. Peristiwa ini menandai awal musim panas di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim dingin di belahan Bumi Selatan.

Juli
01 Juli 2012: Merkurius Elongasi Timur
Merkurius akan menghiasi langit senja dengan ketinggian 25.7°di ufuk barat.

04 Juli 2012: Bulan Purnama

05 Juli 2012: Bumi di Aphelion
Kebalikan dari perihelion, dimana Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari terhitung 1.0167 AU.

16 Juli 2012: Istiwa' Adhom
Kali kedua dalam tahun ini dimana Matahari transit atau tepat berada di atas ka’bah. Peristiwa ini dapat difungsikan untuk meluruskan arah kiblat bagi kaum muslim.

19 Juli 2012: Bulan Baru

28 Juli 2012: Puncak Hujan Meteor Southern Delta AquaridsKali ini rasi Aquarius menjadi radian hujan meteor yang berasal dari pecahan komet Marsden dan Kracht Sungrazing sejak 18 Juli hingga 18 Agustus. Cukup arahkan kedua mata ke langit timur waktu dini hari, 20 an meteor tiap jam diperkirakan terlihat pada puncaknya.

Agustus
02 Agustus 2012: Bulan Purnama

12 Agustus 2012: Okultasi Jupiter
Bagaimana jika Jupiter tertutupi oleh piringan Bulan untuk sejenak? Jangan lewatkan "Gerhana" Jupiter yang dapat teramati di seluruh Indonesia.

12 Agustus 2012: Puncak Hujan Meteor Perseids
Sejak 17 Juli hingga 24 Agustus sebelum fajar, rasi Perseus di langit utara menjadi pusat hujan meteor yang berasal dari serpihan komet Swift-Tuttle. Sekitar 90 meteor tiap jam diperkirakan akan melintas di langit gelap berhias Bulan sabit tatkala puncaknya selepas tengah malam hingga fajar tiba.

15 Agustus 2011: Venus Elongasi Barat
Nikmati pemandangan matahari terbit dihiasi Venus sang bintang kejora setinggi 45.8° di langit timur.

16 Agustus 2012: Merkurius Elongasi Barat
Seakan menemani Venus, Merkurius juga akan berelongasi barat dan terlihat di langit timur ketika matahari terbit dengan ketinggian 18.7°.

17 Agustus 2012: Bulan Baru

24 Agustus 2012: Oposisi Neptunus
Neptunus akan berada pada jarak terdekatnya (28.9840 AU) dari Bumi. Meski akan lebih terang di banding biasanya, namun tetap dibutuhkan alat bantu seperti teleskop untuk mengamati.

31 Agustus 2012: Bulan Purnama

September
16 September 2012: Bulan Baru

22 September 2012: Equinox September
Matahari akan bersinar tepat di perpotongan ekliptik dan ekuator. Kala itu lama waktu siang dan malam dalam waktu di seluruh dunia yang hampir sama. Hari ini juga akan menjadi awal musim gugur (autumnal equinox) di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim semi (vernal equinox) di belahan Bumi Selatan.

29 September 2012: Oposisi Uranus
Uranus berada pada titik terdekatnya (19.0614 AU) dari Bumi. Meski sangat redup, Uranus masih mungkin diamati tanpa alat bantu dengan langit yang sangat gelap.

30 September 2012: Bulan Purnama

Oktober
15 Oktober 2012: Bulan Baru

21 Oktober 2012: Puncak Hujan Meteor Orionids

Rasi Orion sang pemburu akan menjadi radian dari meteor Orionids sejak 15 hingga 29 Oktober. Berasal dari serpihan komet Halley, sekitar 20 meteor akan menghiasi langit pada puncaknya. Bulan fase kuartir awal memberi kesempatan untuk dilakukannya pengamatan lepas tengah malam.

27 Oktober 2012: Merkurius Elongasi Timur
Merkurius dengan tinggi 24.1° dari horison barat akan terlihat ketika Matahari terbenam.

30 Oktober 2012: Bulan Purnama

November
14 November 2012: Bulan Baru

14 November 2012: Gerhana Matahari Total
Ketika Matahari-Bulan-Bumi berada dalam satu garis lurus dan piringan Bulan lebih besar dari piringan Matahari, terjadilah suatu peristiwa Gerhana Matahari Total. Di akhir tahun 2012, peristiwa tersebut akan teramati di bagian utara Australia danSamudra Pasifik bagian selatan dengan waktu puncaknya pada05:12 WIB. (NASA Map and Eclipse Information)

17 November 2012: Puncak Hujan Meteor Leonids
Dini hari diarah langit timur sekitar rasi Leo terbentang puing-puing komet 55p/Tempel-Tuttle sejak 6 hingga 30 November. Kemudian puing-puing tersebut akan menghujam Bumi sebagai meteor sebanyak 15 an meteor tiap jam waktu puncaknya.

28 November 2012: Gerhana Bulan Penumbral
Seluruh bagian Bulan akan berada dalam bayangan penumbra Bumi pukul 21:32 WIB. Ketika itu Bulan akan terlihat sedikit meredup seakan tidak terjadi gerhana. Gerhana kali ini akan terlihat di sebagian besar Eropa, Timur Afrika, Asia, Australia,Samudra Pasifik, dan Amerika Utara. (NASA Map and Eclipse Information)

28 November 2012: Bulan Purnama

Desember
03 Desember 2012: Oposisi Jupiter
Planet termasif di tata surya akan berada pada jarat terdekat (4.0689 AU) dari Bumi. Saat ini lah waktu yang paling tepat mengamati Jupiter dengan atau tanpa alat bantu. Jika dilihat langsung, Jupiter akan terlihat sebagai bintang putih terang yang menghiasi langit sepanjang malam.

05 Desember 2012: Merkurius Elongasi Barat
Ketika Matahari terbit, Merkurius akan menghiasi langit timur dengan ketinggian 20.6°.

13 Desember 2012: Bulan Baru

14 Desember 2012: Puncak Hujan Meteor Geminids
Dengan hipotesis bahwa asteroids 3200 Phaethon mengemisikan debu ketika mengorbit Matahari, terjadilah hujan meteor Geminids sejak 7 hingga 17 Desember. Dari rasi Gemini, diperkirakan akan melintas 120 meteor tiap jam saat puncaknya. Fase Bulan baru kian mendukung pengamatan dengan langit yang gelap tahun ini.

21 Desember 2012: Solstice Desember
Kutub Selatan Bumi akan condong ke arah Matahari sehingga Matahari berada pada titik balik selatan (Tropic of Capricorn) dengan deklinasi -23,44°. Peristiwa ini menandai awal musim dingin (winter solstice) di belahan Bumi Utara dan awal musim panas (summer solstice) di belahan Bumi Selatan.

28 Desember 2012: Bulan Purnama

Itulah daftar fenomena angkasa menurut kalender astronomi 2012. Ayo bersiap untuk mengamatinya tahun 2012.


Sumber :
http://www.kalenderastronomi.com
http://eclipse.gsfc.nasa.gov/skycal/skycal.html
http://www.pyxis.astronomy.com.ph/calendar/
http://www.seasky.org/

Saturday, 31 December 2011

6 Cara Menyelamatkan Diri Jika Badai Matahari Terjadi

lmuwan NASA telah memperingatkan cuaca luar angkasa ini dapat berdampak bagi bumi.

“Kita tahu bahwa ini akan segera datang namun kita tidak tahu seberapa buruk hal tersebut berlangsung,” ujar Dr Richard Fisher, direktur divisi Heliophysics dari NASA, kepada Daily Telegraph.

Ia menambahkan persiapan mungkin sama dengan terjadinya badai. Meskipun pihak berwenang mengatahui kejadian ini semakin dekat, namun tidak dapat ditebak seberapa serius masalah tersebut. Berikut tips untuk menjaga diri dan keluarga selama badai geomagnetis dikutip dari Wired.

Beli sangkar Faraday
Sangkar Faraday adalah sebuah lampiran materi yang menghalangi bidang listrik statis eksternal. Jika konduktor cukup tebal namun lubang lebih kecil dibandingkan panjang gelombang radiasi elektromagnetik yang masuk, maka radiasi tidak akan mampu melewatinya.

Bentuk sangkar itu menjadi alasan mengapa telepon tidak bekerja di dalam beberapa bangunan dan lift, mengapa gelombang mikro tidak melukai, dan mengapa satu potongan timah di kantung atau tas dapat terdeteksi RFID.

Simpan uang Anda di bawah kasur
Sebagian besar bank modern dijalankan dengan sistem elektronik. Uang Anda sebenarnya dicatat di datatabe komputer dan berlokasi di berbagai wilayah. Jika bencana hanya terbatas pada area tertentu, maka tidak menyebabkan banyak masalah.

Namun, kebijakan tersebut tidak dapat dapat dilakukan jika berlangsung secara global. Jika database terganggu karena percikan magnetis matahari, maka begitu pula dengan uang Anda. Maka lebih aman untuk menyimpan uang Anda untuk sementara, bukan di database.

Miliki generator
Medan Daya di Eropa Utara, khususnya Inggris sebenarnya cukup rentan. Gelombang magnetis dengan mudah dapat mengalahkan listrik yang dibangun seluruh dunia. Badai 1989, diperkirakan kurang kuat dibandingkan peristiwa 2013, telah merusak jaringan listrik Hydro-Quebec sehingga menyebabkan satelit lepas kendali dan menghentikan semua bentuk perdagangan di bursa Toronto.

Jangan beribur
Pergi jauh dari rumah tanpa sumber energi lebih berisiko dibandingkan berada di rumah. Bagian dalam pesawat pada dasarnya adalah sebuah sangkar Faraday, tempat penyimpanan medan magnet yang akan menyebabkan kerusakan di dalam sistem navigasi pesawat. Oleh karena itu, sulit atau mustahil bagi pesawat untuk melakukan penerbangan.

Berpergian
Kematian benda elekronik akan terjadi kapanpun tanpa pemberitahuan, sehingga berisiko bila pergi ke suatu tempat dengan kendaraan saat lampu lalu lintas tidak dapat digunakan, ataupun lampu jalan tidak berfungsi.

Perhatikan sekitar
Badai elektronik yang besar akan menciptakan aorora yang luar biasa. Dan ini tidak hanya terlihat di kutub. Selama badai 1989, namun aurora borealis juga terlihat di daerah selatan dan aurora 1859 dianggap paling spektakuler sepanjang sejarah.


sumber inilah.com

Tahun Badai Matahari 2012-2015



Tahun Badai Matahari Terjadi 2012 sd 2015

Film fiksi ilmiah '2012' yang menceritakan tentang terjadinya badai matahari (flare) bukan isapan jempol belaka. Flare diperkirakan akan terjadi antara tahun 2012-2015. Namun, tak serta merta hal itu melenyapkan peradaban dunia.

"Lapan memperkirakan puncak aktivitas matahari akan terjadi antara 2012 hingga 2015. Pada puncak siklusnya, aktivitas matahari akan tinggi dan terjadi badai matahari," ujar Kabag Humas Lapan Elly Kuntjahyowati dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (4/3/2010)".

Flare tersebut, imbuhnya, merupakan salah satu aktivitas matahari selain medan magnet, bintik matahari, lontaran massa korona, angin surya dan partikel energetik. Ledakan-ledakan matahari itu, bisa sampai ke bumi. Namun, flare yang diperkirakan akan terjadi itu tak akan langsung membuat dunia hancur.

"Masyarakat banyak yang menghubungkan antara badai matahari dengan isu kiamat 2012 dari ramalan Suku Maya. Ternyata dari hasil pengamatan Lapan, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan peradaban dunia," imbuhnya.

Efek badai tersebut, lanjut dia, yang paling utama berdampak pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio. Satelit dapat kehilangan kendali dan komunikasi radio akan terputus.

"Efek lainnya, aktivitas matahari berkontribusi pada perubahan iklim. Ketika aktivitas matahari meningkat maka matahari akan memanas. Akibatnya suhu bumi meningkat dan iklim akan berubah," jelas Elly.

Partikel-partikel matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi akan mempengaruhi cuaca dan iklim. Dampak ekstremnya, bisa menyebabkan kemarau panjang. Namun hal ini masih dikaji oleh para peneliti.

Lapan pun berniat mensosialisasikan dampak aktivitas matahari ini ke masyarakat. Sosialisasi Fenomena Cuaca Antariksa 2012-2015 pun akan digelar di Gedung Pasca Sarjana lantai 3, Universitas Udayana, Jl Jenderal Sudirman, Denpasar, Bali pada 9 Maret 2010 pukul 11.00 Wita.

Badai Matahari 2012


Tahun 2012 Terjadi Badai Matahari


TEMPO Interaktif, Jakarta - Tahun 2012 tiba-tiba menjadi angka menakjubkan, setelah para ilmuwan dan penulis belakangan ini mengungkapkan ramalan bangsa Maya kuno tentang akhir zaman yang jatuh pada 21 Desember 2012, akhir siklus kalender bangsa itu.

Banyak buku kemudian terbit mengenai ramalan ini, termasuk Apocalypse 2012 yang paling terkenal. Buku karya Lawrence E. Joseph, wartawan dan Ketua Dewan Direksi Aerospace Consulting Corporation di New Mexico, Amerika Serikat, ini terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul Kiamat 2012: Investigasi Akhir Zaman. Himpunan Mahasiswa Astronomi Institut Teknologi Bandung bahkan menggelar diskusi mengenai topik ini di kampusnya pada pertengahan bulan lalu.

Para penulis menafsirkan ramalan bangsa Maya kuno itu sebagai hari kiamat. Dasar argumentasi mereka adalah kemunculan badai matahari pada tahun tersebut. Badai itu disebabkan oleh flare atau ledakan di atmosfer matahari yang melontarkan partikel atomik yang menyerupai jilatan api dan mengandung medan magnet. Bila sampai ke bumi, pancaran partikel ini dapat mempengaruhi medan magnet bumi dan mengganggu frekuensi radio.

Menurut perhitungan mereka, besar badai itu akan bertambah saat matahari mencapai siklus maksimumnya, yang diperkirakan akan terjadi pada 2012.

Sahihkah argumen itu?

Thomas Djamaluddin, peneliti utama astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, menilai pengaitan kiamat pada tahun tersebut dengan badai matahari tidaklah berdasar. Badai itu, kata dia, merupakan peristiwa biasa yang memiliki siklus sebelas tahun. Perulangan terjadi pada 2012-2013 nanti karena ada pergeseran siklus.

"Bergesernya ke semester pertama 2013," kata Dhani Herdiwijaya, ahli matahari dari Institut Teknologi Bandung, Selasa pekan lalu.

Dhani mengutip perkiraan siklus badai matahari yang dilansir National Oceanic and Atmospheric Administration, lembaga pemantau cuaca milik pemerintah Amerika Serikat, pada Mei tahun lalu. Lembaga ini menyatakan siklus itu akan mencapai puncaknya pada Mei 2013.

Bahkan, kata mantan Ketua Program Studi Astronomi Institut Teknologi Bandung itu, ada kemungkinan saat puncak siklus nanti aktivitas matahari justru lebih rendah dibanding saat siklus sebelumnya.

Thomas menyatakan badai matahari sebenarnya dapat terjadi kapan saja. Siklus sebelas tahun itu, kata dia, ditandai frekuensi kejadian yang meningkat tajam. Siklus ini diindikasikan dengan munculnya banyak bintik matahari, yang menandakan terjadinya pergolakan di permukaan benda langit itu.

Saat kondisi puncak terjadi, bukan berarti setiap hari terjadi ledakan di matahari. "Mungkin hanya 1 hari 1 kali, kemudian berselang 2-3 hari lagi baru terjadi," kata alumnus Universitas Kyoto, Jepang, itu pada Rabu dua pekan lalu.

Perlu diingat, kata Thomas, bila frekuensi kejadian ini lebih banyak, bukan berarti intensitas ledakannya juga paling tinggi. Sering, kata dia, intensitas ledakan atau badai matahari itu terjadi justru setelah puncak kejadiannya terlampaui.

Siklus badai matahari itu oleh para astronom diberi nomor untuk memudahkan pengenalan. Siklus yang akan terjadi pada 2012-2013, misalnya, diberi nomor 24. Pada saat itu, kata Thomas, belum tentu intensitas ledakan paling kuatnya terjadi pada tahun itu juga, tapi bisa jadi sebelum atau sesudah puncak siklus tersebut.

Thomas mencontohkan siklus 23 puncak badai matahari yang terjadi pada tahun 2000. Ledakan terbesarnya justru terjadi tiga tahun kemudian. Pada rentang Oktober-November 2003 memang terjadi badai matahari yang sangat kuat, yang menyebabkan komunikasi sejumlah satelit terganggu.

Menurut Thomas, badai matahari itu baru menjadi persoalan jika ledakannya mengarah ke bumi. Saat itu, kata dia, bukan hanya satelit yang mengangkasa di orbit bumi yang terganggu. Bumi pun mengalaminya.

Saat ledakan matahari mengarah ke bumi, partikel berenergi tinggi yang ikut terlontar menyusup masuk bumi mengikuti arah medan magnet bumi dari kutub utara dan menyebar memasuki atmosfer. Insiden itu pernah dilaporkan pada saat siklus 22 pada 1989. Kala itu transformator (trafo) pembangkit listrik di Quebec, Kanada, terbakar dan sesaat kemudian listrik yang memasok kebutuhan 6 juta penduduk di sana padam selama 9 jam.

Partikel matahari itu, kata Thomas, menyebabkan induksi pada trafo. Induksi, atau peningkatan muatan listrik tiba-tiba, membakar trafo secara masif sehingga jaringan listrik mati total. Menurut Thomas, sejauh ini, belum ada laporan pengaruh badai itu pada peralatan elektronik selain trafo listrik.

Thomas menjelaskan penyusupan partikel matahari itu paling banter hanya mampu memasuki wilayah bumi yang berada di lintang tinggi, di atas 60 derajat. Pada kondisi ekstrem, trafo listrik di negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Kanada, dan Rusia bakal terancam langsung oleh induksi akibat partikel itu.

Pengaruh langsung itu bahkan belum pernah dilaporkan terjadi di wilayah lintang menengah. Indonesia, yang berada di jalur ekuator, hanya akan mengalami akibat tidak langsungnya. Kalaupun ada, itu terjadi pada satelit milik Indonesia. "Itu pun kalau operator satelit kita tidak mengantisipasinya," kata Thomas.

Ledakan matahari kini sudah menjadi perhatian dunia. Sejumlah satelit telah diluncurkan khusus untuk mengamati ledakan ini. Informasi ledakan juga disebar secara terbuka di Internet, sehingga operator satelit, misalnya, dapat segera mengendalikan satelitnya pada posisi stand-by, kondisi minimum untuk menekan dampak badai.

Chatief Kunjaya, asisten profesor di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung, membenarkan bahwa catatan mengenai gangguan akibat badai matahari ini sebatas pada gangguan sistem satelit hingga padamnya listrik. "Selama ini, tidak pernah menimbulkan bahaya langsung di kehidupan manusia," katanya.

Gangguan komunikasi, kata Chatief, ada kemungkinan bakal mendominasi efek badai matahari. "Gangguan yang dulu tidak terlalu kentara itu kini bakal terasa seiring dengan meningkatnya penggunaan telepon yang mengandalkan jaringan satelit," katanya.

Selain siklus sebelas tahun, ada siklus 100 tahunan atau siklus Gleisberg, salah satu siklus panjang dari aktivitas matahari. Siklus ini menandai terjadinya penurunan aktivitas matahari sampai kondisi minimumnya. "Saat siklus minimum itu berlangsung, terjadilah pendinginan global," ujar Dhani.

Dengan minimnya aktivitas matahari, kata Dhani, secara teoretis pancaran energinya yang diterima bumi juga menurun sehingga memicu pendinginan global, dan bumi mengalami "zaman es kecil". Bumi pernah mengalaminya pada awal 1800-an. Saat itu, Sungai Thames di Inggris membeku.

Dhani mengatakan kemungkinan puncak siklus yang rendah ini membawa bumi kembali ke awal abad ke-19, saat aktivitas matahari rendah. "Apakah nanti pada siklus 25 aktivitas matahari akan lebih turun lagi, itu kita belum tahu. Kalau turun, berarti kita masuk ke pendinginan global lagi," katanya.

Kondisi ini akan mendera daerah-daerah yang berada di lintang tinggi. Daerah yang berada di ekuator seperti Indonesia akan terpengaruh akibat ketidakseimbangan temperatur di belahan bumi utara dan selatan. "Walaupun tidak separah mereka," kata Dhani.

sumber TEMPO Interaktif

Wednesday, 16 March 2011

Proteksi Folder dari Virus 2


Kemampuan virus menyebar dan menginfeksi file dalam suatu folder dapat dikatakan unik tetapi membahayakan. Anda mungkin pernah mendengar slogan "Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati", dalam dunia computer, itu berarti lebih baik mencegah file diinfeksi virus daripada mengobati file yang terinfeksi virus. Walaupun sekarang banyak antivirus canggih yang memiliki kemampuan memperbaiki fie, namun lebih baik bagi kita untuk melindungi file dari serangan virus, sebab nyatanya banyak orang yang mengeluh karena file skripsi, file kantor, database bank dan sebagainya dirusakan virus dan tidak dapat diperbaiki dengan antivirus manapun.
Oleh karena itu, lebih baik kita melindungi folder dari serangan virus. Sekarang saya mengajari anda bagaimana melindungi folder dari serangan virus. Langsung saja, Caranya :
  1. Buatlah sebuah folder dengan nama apa saja sesuai kemauan anda
  2. Kemudian klik Start > Run… ketikan "charmap.exe"
  3. Nah pilih salah satu symbol disitu kemudian klik Select kemudian klik Copy
  4. Klik kanan (F2) pada folder tersebut dan pilih Rename
  5. Kemudian pada bagian depan nama folder silahkan tekan Ctrl + V atau klik kanan > Paste, kemudian tekan Enter. Contohnya nama folder anda "nalhacker" akan menjadi " nalhacker". Bila perlu pada bagian akhir juga diletakan symbol sehingga akan menjadi " nalhacker ". Ini akan lebih baik.
Nah, sekarang copykan data-data anda ke dalam folder tersebut, data-data anda akan aman dari serangan virus, sebab pada virus-virus local, kebanyakan string untuk menginfeksi file tidak diprogram untuk menembus folder dengan symbol sebagai nama folder sehingga fungsi untuk menginfeksi akan melewati folder tersebut sehingga berlaku fungsi skiping, sehingga data-data didalamnya dijamin akan aman 99.9%. Namun untuk file arsip berformat .rar atau .zip silahkan dicopy ke desktop dulu baru dijalankan, sebab jika dijalankan di dalam folder yang anda buat tersebut mungkin akan menimbulkan pesan error dikarenakan path file terkadang tidak dapat membaca karakter symbolic sebagai alamat. Ok ? semoga bermanfaat bagi anda.